Visit Barus 2010

Monday, July 02, 2007

Mega Korupsi di Tapanuli Tengah, KPK Harus Turun Tangan

29 Jun 07 23:28 WIB
Korupsi Rp56 M Di Pemkab Tapteng
Mantan Wabup Tidak Di Libatkan Dalam Pengelolaan Anggaran

Tapteng, WASPADA Online
Mantan Wakil Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng), H. Jamaludin Pohan mengaku tidak pernah dilibatkan dalam pengelolaan anggaran Pemkab Tapteng. "Saya tidak pernah dilibatkan dalam hal itu," kata Pohan, Jumat (29/6), ditanya wartawan, tentang adanya laporan LSM terkait dugaan korupsi senilai Rp56 miliar di Pemkab Tapteng pada APBD 2006.

Menurutnya, selama menjabat Wakil Bupati periode 2001-2006, dia tidak pernah dilibatkan dalam pengelolaan anggaran. Bahkan pada 2004 dia tidak menjabat lagi, karena mencalonkan diri sebagai anggota DPRD pada Pemilu 2004.

"Bahkan selama 2003-2004, anggaran rutin rumah tangga wakil bupati tidak dicairkan lagi, karena ketika itu saya sudah mengundurkan diri dari jabatan wakil bupati. Apalagi dana Rp30 miliar dituduhkan kepada saya untuk kepentingan pribadi, sedangkan masa itu bukan lagi menjadi pejabat di Pemkab Tapteng," jelasnya.

"Biarlah hukum dan masyarakat menilai kebenarannya, dan terimakasih saya ucapkan kepada Bupati Tapteng, Tuani Lumban Tobing yang telah memaparkan masalah itu," katanya. Sebagaimana diberitakan, sorotan dugaan korupsi di Pemkab Tapteng saat ini mencuat. Sementara kalangan menilai Kejatisu lamban menangani kasus itu.

Berbagai laporan pengaduan, seperti dugaan korupsi Rp2 miliar di Pemkab Tapteng sudah dilaporkan LSM Aurel Citra Independent (ACI) Tapteng, beserta data autentik ke Kejatisu. Selain itu, LSM Pijar Keadilan Sibolga juga melaporkan dugaan korupsi pada APBD 2006 sebesar Rp56 miliar dikelola Dinas Jalan dan Jembatan Pemkab Tapteng.

Desak
Di tempat terpisah, beberapa kalangan di Tapteng minta ketegasan Kejaksaan Tinggi Sumut segera menuntaskan kasus dugaan korupsi yang sudah dilaporkan oleh LSM. Ketua PPM Kecamatan Sorkam Barat, Aidan Hutagalung, mengharapkan Kejatisu segera menindak lanjuti laporan itu. "Jangan di petieskan."

No comments: