Visit Barus 2010

Sunday, May 11, 2008

Telepon/SMS Horor: Urban Legend Atau Bisnis Telekomunikasi???

Sabtu, 10 Mei 2008 00:00 WIB
Terobsesi Telefon Horor, Pria Putus Sekolah Pingsan
WASPADA Online

(TANJUNGBALAI) - Kepala Badan Pengelola RSU Dr. T. Mansyur Kota Tanjungbalai, dr. Hj. Diah Reto melalui Humas, Cosmos Siagian menjelaskan, pasien asal Sei Lunang, Kec Sei. Kepayang terobsesi telefon horor.

“Rustam hanya trauma karena terobsesi isu telefon horor. Jadi dia pingsan bukan gara-gara mendapat telefon horor, tapi terobsesi telefon horor sehingga jadi ketakutan yang berlebihan,” jelas Cosmos Siagian ketika dikonfirmasi Waspada, Jumat (9/5).


Sementara, saat Waspada mencoba mengkonfirmasi langsung kepada korban, ternyata tidak dibenarkan masuk ke ruangan tempat Rustam dirawat. Sebab, saat itu pula ada pasien lain yang terus meronta-ronta, sehingga dikhawatirkan akan menimbulkan kegaduhan.

Sebelumnya, pria putus sekolah, Rustam, 18, warga Sei Lunang, Kec Sei Kepayang, Kab Asahan mengaku mendapat telepon horor, Kamis (8/5) sekira pukul 21.00. Kabar itu dengan cepat meluas sehingga menghebohkan masyarakat Kota Tanjungbalai.

Apalagi, Rustam setelah mendengar nada panggilan dari telefon horor itu, mengaku merasa kepalanya pusing, lemas dan kehilangan kesadaran diri sehingga pihak keluarga membawa ke RSU Dr. T. Mansyur untuk menjalani perawatan intensif. Informasi itu segera tersebar di kalangan masyarakat Kota Tanjungbalai, sehingga berbondong-bondong mendatangi rumah sakit.

Kemudian, anggota DPRD Kota Tanjungbalai, Indra Budiman Nasution, juga turut mengecek kebenaran informasi tersebut melalui orang tua korban, Ramli, 55, yang berprofesi sebagai nelayan tradisional.

Pengakuan Ramli kepada Waspada di RSU Dr. T. Mansyur, Jumat , anaknya korban telefon horor yang tidak diketahui sumbernya. Diceritakannya, Kamis malam anaknya mendengarkan musik di ponsel melalui head set.

Tiba-tiba sekira pukul 21.00, ponsel milik Rustam berdering dan layarnya berwarna merah. Spontan Rustam membuang ponselnya, namun katanya, setelah itu pikirannya kosong, lemas dan kepala pening.

Setelah dibawa pulang ke rumah oleh rekannya, Rustam pun pingsan sehingga mengundang kepanikan keluarga. “Anakku pingsan dan baru sadarkan diri setelah di rumah sakit, tepatnya pukul 02.00. Setelah sadar, dia menjerit minta tolong dan ketakutan,” ujar Ramli.

Di Sibolga
Telefon misterius yang saat ini meresahkan masyarakat Sibolga dan Tapanuli tengah kembali mengambil korban. Nuki, warga Ketapang, Kelurahan Sibolga Ilir, Kecamatan Sibolga Utara Kamis (8/5) malam sekira pukul 20.30 menjadi korban setelah dirinya menerima telefon dan akhirnya mengalami sakit yang luar biasa di bagian ulu hatinya.

Informasi yang berhasil dihimpun di kediaman korban pada malam itu Nuki dan temannya Fifin sedang berada di RSU Sibolga menjenguk tetangganya yang sedang sakit. Namun saat berada di sekitar pekarangan RSU Sibolga Handphone milik korban Nuki nyala dan layar di HP milik korban berubah menjadi warna merah.

Karena korban Nuki sudah banyak mendengar isu-isu telefon misterius yang apabila menghubungi HP orang lain berwarna merah, korban Nuki kepada temannya mengatakan agar mencoba menggangkat HP yang sedang masuk tersebut sambil mengatakan,’’ yok kita coba namun jangan kita jawab.’’

Saat itu juga korban mengangkat telefon misterius itu namun tidak dijawab hanya diaktifkan saja. Karena tidak dijawab akhirnya telefon yang masuk itu mati sendiri dan sejalan dengan itu korban Nuki merasakan dadanya sesak yang luar biasa.

Saat itu juga korban dan temannya langsung pulang dan kabar itu akhirnya banyak didengar tetangga korban. Malam itu juga seperti tidak dikomando tetangga korban serta puluhan masyarakat menjadi heboh mendatangi rumah korban. Korban baru bisa sedikit tenang setelah pihak keluarga memanggil para normal.

Menurut pantauan hingga Jumat (9/5) korban terlihat masih lemas dan terlihat melafalkan ayat-ayat suci Al Quran dikediamannya diduga agar roh jahat melalui HP itu bisa hilang dari badannya. (a37/c09)


No comments: