Visit Barus 2010

Wednesday, March 14, 2007

Walikota Sibolga Diragukan

Tuesday 13 March 2007
Anggota DPRD Ragukan Konsep Pembangunan Walikota SibolgaAnggota DPRD Kota Sibolga sangat pesimis dan meragukan terhadap konsep pembangunan yang ditawarkan Walikota Sibolga Drs Sahat P Panggabean MM dan Wakil Walikota H Afifi Lubis SH MM seperti tertuang dalam visi dan misinya. Program akan menjadikan Kota Sibolga menjadi pusat perdagangan barang dan jasa yang dicanangkan dinilai sulit dapat dilaksanakan hingga berakhirnya jabatan walikota pada 2010 mendatang.

Anggota DPRD Kota Sibolga Binner Siahaan SE dari PDI Perjuangan mengatakan, sudah menyarankan dalam pandangan umumnya agar Walikota memasukkan program pembangunan tersebut dalam Rancangan Jangka Panjang Daerah (RJPD) yang dibakukan dalam Perda selama 20 tahun.

"Ketika itu saya menyarankan, kalau memang tidak bisa melaksanakan konsep tersebut dalam Rancangan Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) agar dimasukkan saja dalam RJPD," kata Siahaan kepada Global, Senin (12/3) di ruang kerjanya.

Ia mengomentari tentang sejauh mana pelaksanaan visi dan misi Walikota yang sudah menjabat selama kurun waktu kurang lebih 7 tahun sejak pengangkatan periode pertama pada 2000-2005. Menurut Siahaan, memang ada beberapa pembangunan yang telah dilaksanakan walikota dalam mewujudkan visi dan misi tersebut.

Dikemukakan, pembangunan Pasar Nauli Sibolga, misalnya erat kaitan dengan program yang dicanangkan. "Tetapi Pasar Nauli tersebut belum layak sebagai pusat pasar. Karena ukuran kios saja sangat kecil. Apalagi sampai sekarang, warga Sibolga masih banyak yang berbelanja barang - barang elektronik ke Padangsidempuan,"ujarnya.

Ditanya persentase pelaksanaannya, anggota dewan yang terkenal agak vokal ini tidak bisa memberikan nilai persentase pelaksanaannya selama rentang waktu 7 tahun ini. "Kalau itu saya tidak bisa katakan. Yang pasti, saya pesimis dengan visi dan misi walikota itu," tandasnya.

Kalangan dewan menyikapi konsep pembangunan Walikota hingga kini masih belum terbentang. Malah ada kesan bahwa Walikota untuk saat ini dianggap belum berhasil untuk mewujudkan visi dan misinya tersebut.

"Jujur saja kita lihat, sudah sejauh mana pelaksanaan konsep tersebut. Sampai sekarang fondasi atau kerangka pembangunannya menuju konsep tersebut sampai sekarang belum kelihatan," kata seorang anggota DPRD yang enggan disebutkan namanya.

Menanggapi penilaian kalangan DPRD ini, Walikota melalui Kabag Humas Edison Sitorus mengatakan, tidak benar kalau disebut visi dan misi Walikota yang ingin menjadikan Sibolga sebagai pusat perdagangan barang dan jasa gagal.

Dijelaskannya, selama kurun waktu 7 tahun, Pemerintah Kota Sibolga telah membangun beberapa komponen sebagai dasar guna melaksanakan visi dan misi tersebut, terutama pembangunan sumber daya manusia (SDM). Komponen dasar ini fondasinya diharapkan kuat sehingga visi dan misi tersebut bisa terwujud.

Beberapa komponen dasar sudah dibangun seperti pembangunan Pasar Nauli Sibolga, Gedung Olah Raga, melakukan pembenahan pada sektor pariwisata seperti pembangunan Bukit Tor Simarbarimbing, Bukit Tangga Seratus dan Bukit Pancuran Gerobak (Bukit Aido).

"Selain itu home industri sudah menjadi perhatian untuk didongkrak kemajuannya. Inilah sebagai fondasi untuk mewujudkan visi dan misi tersebut," ujarnya, seraya menambahkan Pemko Sibolga sedang berjuang untuk memperkuat SDM masyarakat menyangkut perekonomian.

"Jangan bicara kalau tak memahaminya. Sebab untuk mewujudkan visi dan misi tersebut tidak seperti membalikkan telapak tangan. Semuanya harus melalui tahapan," kata Kabag Humas.

Tigor Manalu >> Global | Tapanuli Sibolga

No comments: